Penulis: Moh. Syarif Saifa Abiedillah

Menanggapi Mimpi yang (Katanya) Sudah Dikubur Hidup-hidup (?)

Beberapa orang, sebelumnya, telah secara tidak sadar sempat menenggelamkan asa sepak bola Indonesia dengan dalam. Mereka berasumsi bahwa mimpi untuk tampil di depan milyaran pasang mata pecinta sepak bola dunia harus dikorbankan demi tegaknya sebuah prinsip bangsa.
Namun, perjalanan Timnas Indonesia hari itu kemudian membuktikan bahwa hal tersebut adalah salah. Tidak ada mimpi yang bisa dikubur hidup-hidup, atau bahkan dibunuh seperti yang dilontarkan oleh kebanyakan orang.
Selamat untuk kembalinya medali yang telah pergi selama tiga dekade lebih. Tetap rendah hati, dan terus terbang dengan gagah di ketinggian sana.

Looking for the Hidden Truth (Sebuah Ulasan: Chasing the Dime by Michael Connelly)

Henry Pierce mendapatkan telepon misterius berulang kali. Percakapan dari telepon-telepon terhadap nomor barunya tersebut senada dengan ujung pertanyaan yang persis sama; di mana Lilly Quindland?
Merasa risih, Henry kemudian mengambil langkah untuk mencari sang pemilik nomor telepon lamanya itu. Hanya saja, dalam waktu yang bersamaan, ia telah terjun ke dalam sebuah jurang masalah yang sangat dalam.

Manfaatkan Google Authenticator sebagai First Self-Protection saat Bermedia Sosial

Saat ini, hampir 60% total populasi di dunia telah menjadi pengguna aktif sosial media. Angka besar tersebut kemudian membuat peluang terjadinya kejahatan digital semakin tinggi pula. Bagaimana melindungi akun digital dari ancaman cyber-crime ini?
Google Authenticator dengan bisa menjadi pintu keamanan lapis kedua setelah agar akun digital kita aman dari pembobolan dan kejahatan-kejahatan sejenisnya.

The One among the Ten (Sebuah Ulasan: And then There were None by Agatha Christie)

Sepuluh orang datang ke sebuah pulau kecil untuk memenuhi sebuah undangan makan malam.
Sepuluh patung tentara mungil berbaris rapi di atas sebuah meja makan.
Dua puluh bait sajak dari sebuah puisi anak-anak tempo dulu terpajang di dinding-dinding ruangan.
Dalam tragedi mengerikan ini, manusia, patung kecil, hingga bait puisi ternyata saling berhubungan.
Puisi sebagai skenario – patung kecil sebagai peringatan – manusia sebagai pemeran.
Hingga pada akhirnya, tak seorang pun di antara mereka yang bisa bertahan.

Manifestasi Kata ‘Sadar’ dalam Jejak Perjalanan Pandawara

Jika melihat pada data yang telah terhimpun, saat ini negara kita berada di urutan kelima sebagai negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia.
Kenapa hal ini terjadi?
Sistem pengelolaan sampah yang kurang canggih, kurang memadai?
Tidak sepenuhnya!
Belakangan ini, Pandawara Group meramaikan media-media sosial atas aksi-aksi terpuji yang mereka lakukan. Dari aksiPandawara ini, kata ‘sadar’ telah ter-manifestasikan.

Mematahkan Stereotip Buruk, Menebar Asa dan Semangat untuk Generasi Penerus

November 2022 yang lalu, saya mendapatkan kepercayaan untuk menjadi salah-satu pembicara dalam rangkaian acara akbar – English Week 2022 – di Pondok Pesantren Riyadhul Huda, Bogor.
Di hadapan kurang-lebih 300 santri dan santriwati ini, saya sedikir-banyak mengaitkan sejarah The Golden Age of Islam pada masa pemerintahan Dinasti Abbasiyah dengan kemampuan berbahasa Inggris pada zaman ini.
Saya meyakinkan mereka bahwa mampu berbahasa Inggris merupakan sebuah privilege bagi seorang santri.

Kembali ke atas
error: Tindakan menyalin dan menggunting (copy-paste) tidak diizinkan!